Senin, 02 September 2013

Duniaku Gelap



Membeku aku dalam senyap
Menerjemahkan arti hidup
Sulit..
Lelah di pahami
Esok memang indah
Tercermin mentari di dalamnya
Begitu pula senja
Menakjubkan
Dengan pesona keemasanya
Tapi…
Aku bak si buta
Tak melihat keindahan itu
Duniaku gelap
Damai bisa hadir lewat nyala lilinku
Kadang redup
Kadang pula terang
Mengikuti gerak sang angin
Yang kadang berlayar jauh
Namun kadang juga senyap

2605011

Sajak Pemimpi



Meleleh…
Terurai…
Tak tertahan.
Saksi kelam yang terbungkam
Membisu…tanpa syarat
Teman di pekat kegelapan
Namun gagah tak bergeming
Bertengger…
Mendongakan kepala
Meneropong asa yang mengangkasa
Berlaga dengan takdir yang membalutnya
Untuk indahnya sepasang merpati
Yang bersarang di dada sang pemimpi
Tak apa jika harus arungi lautan
Tak gentar menghadang awan hitam
Nyali ciut di cekiknya
Hingga karam dalam pusaran sang alam
Menyakini sinar gilang mentari
: indah seperti dalam mimpi

0505011

Kata Muakku



Ku melangkah gerimis
Senyap
Merenung tentang kata
Kata yang meluap sadis
Kata yang melirik sinis
Kata yang melahap kehormatan
Kata yang berdiri beralas egois
Kata yang melahirkan kata muak
            Ingin ku ludahi kata
            Kata dari yang berkata
            Berkata dari yang punya kata
Kata ini, kata itu
Kata kesini, kata kesitu
Tetap ku muak mendengar kata
Kata mereka
Mereka berkata
Muak
Muak
Muak ku mendengarnya.

“Di titik kesal”al-hikmah,0605011

Berlari



Berlari
Berpacu dengan waktu
Terbang
Meninggi
Menuju singgahsana mimpi
Berobat kata kala jatuh
Penawar dari segala rasa
Yang tersisa
Yang menyisakan luka
Berlari
Bersaing dengan sang angin
Menari
Mencoba tumbangkan pohon jati diri
Yang terajut lewat pertempuran hati
Tak bisa
Tetap berlari
Memeluk esok yang kini menanti

Al-hikmah, 0605011

Minggu, 01 September 2013

Aku Ingin Bertanya



Aku ingin selalu bertanya
Pada angin yang lalu lalang di depanku
Pada langit yang memanasi dan menghujaniku
Pada keadaan yang memojokanku
Pada mulut mereka yang bersiul cacian padaku
Pada mata mereka yang selalu memandangku sebelah
Pada mereka yang menganggapku tak ada
Salahkah aku jika bermimpi?
Salahkah aku jika menanti?
Pun tak ku dapati jawaban
Mereka menganggapku mati
Walau aku bergadang pada malam bahwa esok benar milikku.